(♥)Tempat Tinggalku(♥)

On Sabtu, 20 Oktober 2012 0 komentar




        Desa Buddan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Madura merupakan tempat dimana aku dilahirkan dan di besarkan hingga saat ini. Desa ini adalah sebuah desa yang cukup luas dan suasana begitu rindang. Tempat tinggalku yang lebih tepatnya berada di JL.SDN buddan 01 ini juga bisa dikategorikan desa yang aman dan tentram. Selain itu desa yang satu ini masih kental akan budaya dan keagamaannya. Pasalnya para penduduk di sana sangat menjungjung tinggi akan kebudayaan.
Profesi penduduk di dominasi oleh petani atau lebih tepatnya Maritim. Karena itu, terdapat banyak lahan sawah untuk mengais rezeki. Disana  juga terdapat banyak pepohonan. Sehingga membuat desa ini begitu sejuk. Hal tersebut membuat para penduduknya betah menetap disana.  
Tempat tinggal dimana aku menetap ini diapit oleh dua desa yaitu Buddan rokem dan Buddan Moerdeuh, pada kenyataanya tempat tinggalku termasuk di Desa Buddan rokem. Padahal, awalnya saya mengira bahwa tempat yang saya dan keluargaku tempati termasuk pada desa Buddan moerdeuh. Saya berpendapat sepeti itu karena, tempat yang saya dan keluarga saya tinggali lumayan dekat dekat sumur moerdeuh. Tapi, itulah kenyataanya.

Sumur Moerdeuh adalah sumur yang cukup terkenal di Desa buddan. Karena, sumur ini merupakan sumur tertua. Sumur tersebut di duga sebagai peninggalan nenek moyang. Hal yang menarik dari sumur tesebut adalah konon tepatnya pada tanggal 1 muharram, pada tengah malam, air yang mengalir di sumur tersebut merupakan air yang di anggap sebagai air zam-zam.
Meskipun, mungkin semua air di dunia ini tidak dapat menyamai air zam-zam asli.Mereka menganggap bahwa air tersebut adalah air suci, sehingga timbullah pemberian nama tair zam-zam. Air itu biasanya di manfaatkan sebagai air minum, bahkan sesekali mereka memanfaatkannya sebagai cuci muka.

Tradisi yang hingga saat ini diselenggarakan di Desaku adalah ”Slametan’’. Pada acara ini di dahului dengan pengahataman Al-qur’an. Kemudian di lanjutkan dengan pembagian tumpeng untuk warga sekitar. Tumpeng-tumpeng tersebut tidak lain bersal dari warga sekitar itu sendiri. Tradisi tersebut dilakukan untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi antar warga, dan dampak-dampak positif lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar