Profesi penduduk di dominasi oleh petani atau lebih
tepatnya Maritim. Karena itu, terdapat banyak lahan sawah untuk mengais rezeki.
Disana juga terdapat banyak pepohonan. Sehingga membuat desa ini begitu
sejuk. Hal tersebut membuat para penduduknya betah menetap disana.
Tempat tinggal dimana aku menetap ini diapit oleh
dua desa yaitu Buddan rokem dan Buddan Moerdeuh, pada kenyataanya tempat
tinggalku termasuk di Desa Buddan rokem. Padahal, awalnya saya mengira bahwa
tempat yang saya dan keluargaku tempati termasuk pada desa Buddan moerdeuh.
Saya berpendapat sepeti itu karena, tempat yang saya dan keluarga saya tinggali
lumayan dekat dekat sumur moerdeuh. Tapi, itulah kenyataanya.Sumur Moerdeuh adalah sumur yang cukup terkenal di Desa buddan. Karena, sumur ini merupakan sumur tertua. Sumur tersebut di duga sebagai peninggalan nenek moyang. Hal yang menarik dari sumur tesebut adalah konon tepatnya pada tanggal 1 muharram, pada tengah malam, air yang mengalir di sumur tersebut merupakan air yang di anggap sebagai air zam-zam.
Meskipun, mungkin semua air di dunia ini tidak dapat menyamai air zam-zam asli.Mereka menganggap bahwa air tersebut adalah air suci, sehingga timbullah pemberian nama tair zam-zam. Air itu biasanya di manfaatkan sebagai air minum, bahkan sesekali mereka memanfaatkannya sebagai cuci muka.
Tradisi yang hingga saat ini diselenggarakan di
Desaku adalah ”Slametan’’. Pada acara ini di dahului dengan pengahataman
Al-qur’an. Kemudian di lanjutkan dengan pembagian tumpeng untuk warga sekitar.
Tumpeng-tumpeng tersebut tidak lain bersal dari warga sekitar itu sendiri.
Tradisi tersebut dilakukan untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi antar
warga, dan dampak-dampak positif lainnya.










0 komentar:
Posting Komentar