Seorang Lutfiyah Ikut Lomba Puisi? ^_^

On Senin, 09 Juni 2014 0 komentar

Haha, dari judulnya saja saya sudah tergelitik intuk menulis entri ini. Yayaya, memang benar adanya. Meskipun hanya tingkat MAN Bangkalan, tapi saya sangat senang bisa menjadi beagian dari lomba itu yang pastinya dengan paksaan teman-teman kelas J. Senag karna bisa menambah pengalaman, tapi sempat grogi jarna sadar tak punya kemampuan untuk mengarang puisi.

Apa boleh buat, tantangan harus dihadapi. ‘’panggilan untuk peserta lomba puisi segera berkumpul di musholla’’ begitulah lebih kurang kalimat panggila untuk saya dan teman saya Ainul yakin. Yaa, di lomba ini membutuhkan dua orang dalam setiap perwakilan kelas. Tema lomaba puisi yang diangkat lumayan unik. Kita harus mengarang puisi dengan berpatokan pada kandungan ayat alquran. Dan teman saya yakin akan melantunkan ayat tersebut dengan tartil. Whoa! Makin grogi dengan konsepnya -_- semangat lut!

Akhirnya kamipun bergegas menuju tempat perlombaan. Terlihat semua peserta sedang menyiapkan segala sesuatunya. Kulihat mereka membawa alquran dan seorang lagi membawa selembar kertas yang sudah tergores tinta. Tanpa piker panjang akupun bertanya pada salah seorang peserta. ‘’maaf, teksnya kok sudah jadi?’’. ‘’iya, kan kita harus sudah mengarang terlebih dulu’’ jawabnya.

Apa?! (kaget dalam hati). Segera saya membuka tutup penaku dan mengambil selembar kertas. Syukurlah masih ada beberapa menit lagi hingga acaranya dimulai. Dengan merasa bingung aku membuka lembaran ayat yang akn dijadikan inspirasi. Meskipun dalam hati sempat kesal kenapa sampai ketinggalan info, kemana saja ketua kelasnya? Sudalah lut! Fokus – fokus. Demi teman-teman yang mempercayai ini padaku, akhirnya aku mulai mengarang. Dan sangat tak yakin dengan hasilnya, padahal partner saya ainul yakin. Eeh! J

Satu buah puisi akhirnya telah aku buat. Setelah dibaca lagi jadi senyum-senyum sendiri saya. Saya segera memasuki ruangan dan bergabung dengan peserta yang lain. Tiba saatnya nomor urut kami dipanggil. Yakin melantunkan ayat suci Alquran lalu saya membacakan puisi. Tepuk tangan meriah mengakhiri penampilan kami berdua. Yeye!!! Alhamdulillah selesai juga!
Perasaan lega telah menuntaskan tugaspun menghampiriku.


           Penguman  untuk juara akan diumumkan semiggu lagi. Saya tak terlalu berharp menjadi pemenang. Melewatinya saja sudah sangat bersyukur. Pengumuman tiba, jeng-jeng! Alhamdulillah kami belum menjadi pemenang J. Tak apa! Pengalaman berharga sudah kita dapat. Yaa, intinya jangan sampai ketinggalan info saja. *loh, kok itu? Hehe 

            Kalian penasaran dengan puisi amatirku? Ok akan saya ketik di bawah ini meskipun saya lelah, hoho. Tapi ingat jangan ditertawakan *ngancem!
J
Tapi sayang sekali shobat, saya lupa sumber ayatnya. Maafkan saya!
oya, jangan lupa komentnya yaa.. kritik dan saran sangat kami harapkan!




‘’Kemenangan Besar’’

Benih dengan tunas
Tumbuh dengan kuat
Tegak lurus
Dan kokoh, sekokoh hati penanamnya
DiberikanNya petunjuk dan janji
Kemudian membuatnya menjadi nyata
Nyata, dan menjadi saksi
Atas kesabaran mereka

Kemenangan sudah didepan mata
Ampunan dan pahala
Sudah termaktub dalam injilNya
Bagimu Rasul dan para sahabatnya

Sungguh karunia Allah dan keridhaanNya
Telah membawa kaum muslimin
Kepada kemenangan

Yakni kemenangan besar
Read more ...»

Orang Tuaku Tercinta :*

On Senin, 02 Juni 2014 0 komentar



     Orang tua. Mendengar dua kata itu saja, hati ini sudah terenyuh. Apalagi harus bercerita tentang mereka. Orang tua bukan hanya sosok yang mengasuh, mendidik, dan merawatku. Namun beliau sudah aku anggap seperti malaikat yang Allah kirimkan dalam hidupku. Bapak, ebo’ begitulah aku memanggilnya. Mereka adalah sosok yang sangat penting dalam hidupku, meskipun kadang sering membuatku sebal tapi sejatinya itu semua demi kebaikanku.
     Menyesal saat aku mengingat masa kecilku hingga aku duduk di bangku SLTP, betapa jelas dalam benakku  ‘’lutfiyah’’ yang nakal, sering ngambek, dsb. Tidak sadarkah aku itu semua demi kebaikanku sendiri?. Tapi aku sangat bersyukur aku masih memilki kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Menyayangi kedua orang tuaku dengan sepenuh hati. Dan membalas kebaikan mereka sebisa mungkin.
     Entah bagaimanapun caranya, aku membalas kebaikan mereka. Meski aku sadar mungkin baru setetes dari air laut. Yaa, aku sadar hanya kesedihan yang sering aku berikan pada mereka. Salah satunya guratan kekecewaan di wajah ebo’ dan bapak kemaren pasca mendengar bahawa aku tidak lolos SNMPTN, walaupun tak terlontarkan dan hanya menyemangatiku.
ya Allah.. bantu aku untuk membahagiakan mereka..

     Maafkan aku pak bo’..
kapan anakmu ini dapat mengukir senyuman indah di bibir manis kalian?
tanpa ku mintapun, mereka pasti telah mendoakanku. Tinggal ku ambil peranku saat ini, untuk berdoa dan berusaha. Karna itulah yang dapat mengubah kekecewaan menjadi sebuah kebahagiaan. Terimakasih pak, bo’ yang sudah mau mengerti saya sebagai anakmu !

    Teman2, orang tua adalah segalanya bagiku. Untuk itu tujuan hidupku selain untuk mencari ridha Allah dan menjadi manusia yang bermanfaat adalah untuk membahagiakan kedua orang tuaku tercita. Saya punya sebuah puisi untuk kedua oramg tua saya, meskipun jelek. Maklumlah saya tidak handal mengarang puisi. Susah memahami majas. Ehh, kok malah curhat yah?

‘’Dua Malaikat Jiwaku’’

Bagai sepasang malaikat yang tuhan anugerahkan untukku
Mengisi hari-hari indah dalam hidupku
Mendidik dan mengajarkanku arti hidup
Ibu, tangisku berderai kala ku ingat ucapan indahmu
Pelukan hangatmu, belaian lembutmu, petuah- petuah itu sekan tak pernah bosan kau berikan untukku
Bapak, tangisku memecah kesunyian malam kala teringan peluh memenuhi bajumu
Saat matahari keluar dari peristirahatannya kau pikul beban itu, namun berusaha tersenyun untukku.
Ibu, bapak ketegaranmu sekuat batu karang..
Kebaikanmu bak hamparan bintang..
Semangatmu senyala arang..
Demi aku anakmu..
Maaf, jika hanya tangis yang dapat ku beri
Maaf, jika hanya keluh kesahku yang hanya akan memenuhi pikiranmu
Maa, tak pernah membahagiakan kalian
Taka pernah tahu sampai kapan bersama kalian?
Akankah hingga nanti?
Esok? Atu kapan?
Mengingat tak satupun aku pernah membalas kalian
Ingin rasanya kalian selalu ada dalam hidupku..
Hingga saat aku Berjaya..
dan membuat hidup kalian bahagia..

Read more ...»