Orang Tuaku Tercinta :*

On Senin, 02 Juni 2014 0 komentar



     Orang tua. Mendengar dua kata itu saja, hati ini sudah terenyuh. Apalagi harus bercerita tentang mereka. Orang tua bukan hanya sosok yang mengasuh, mendidik, dan merawatku. Namun beliau sudah aku anggap seperti malaikat yang Allah kirimkan dalam hidupku. Bapak, ebo’ begitulah aku memanggilnya. Mereka adalah sosok yang sangat penting dalam hidupku, meskipun kadang sering membuatku sebal tapi sejatinya itu semua demi kebaikanku.
     Menyesal saat aku mengingat masa kecilku hingga aku duduk di bangku SLTP, betapa jelas dalam benakku  ‘’lutfiyah’’ yang nakal, sering ngambek, dsb. Tidak sadarkah aku itu semua demi kebaikanku sendiri?. Tapi aku sangat bersyukur aku masih memilki kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Menyayangi kedua orang tuaku dengan sepenuh hati. Dan membalas kebaikan mereka sebisa mungkin.
     Entah bagaimanapun caranya, aku membalas kebaikan mereka. Meski aku sadar mungkin baru setetes dari air laut. Yaa, aku sadar hanya kesedihan yang sering aku berikan pada mereka. Salah satunya guratan kekecewaan di wajah ebo’ dan bapak kemaren pasca mendengar bahawa aku tidak lolos SNMPTN, walaupun tak terlontarkan dan hanya menyemangatiku.

ya Allah.. bantu aku untuk membahagiakan mereka..

     Maafkan aku pak bo’..
kapan anakmu ini dapat mengukir senyuman indah di bibir manis kalian?
tanpa ku mintapun, mereka pasti telah mendoakanku. Tinggal ku ambil peranku saat ini, untuk berdoa dan berusaha. Karna itulah yang dapat mengubah kekecewaan menjadi sebuah kebahagiaan. Terimakasih pak, bo’ yang sudah mau mengerti saya sebagai anakmu !

    Teman2, orang tua adalah segalanya bagiku. Untuk itu tujuan hidupku selain untuk mencari ridha Allah dan menjadi manusia yang bermanfaat adalah untuk membahagiakan kedua orang tuaku tercita. Saya punya sebuah puisi untuk kedua oramg tua saya, meskipun jelek. Maklumlah saya tidak handal mengarang puisi. Susah memahami majas. Ehh, kok malah curhat yah?

‘’Dua Malaikat Jiwaku’’

Bagai sepasang malaikat yang tuhan anugerahkan untukku
Mengisi hari-hari indah dalam hidupku
Mendidik dan mengajarkanku arti hidup
Ibu, tangisku berderai kala ku ingat ucapan indahmu
Pelukan hangatmu, belaian lembutmu, petuah- petuah itu sekan tak pernah bosan kau berikan untukku
Bapak, tangisku memecah kesunyian malam kala teringan peluh memenuhi bajumu
Saat matahari keluar dari peristirahatannya kau pikul beban itu, namun berusaha tersenyun untukku.
Ibu, bapak ketegaranmu sekuat batu karang..
Kebaikanmu bak hamparan bintang..
Semangatmu senyala arang..
Demi aku anakmu..
Maaf, jika hanya tangis yang dapat ku beri
Maaf, jika hanya keluh kesahku yang hanya akan memenuhi pikiranmu
Maa, tak pernah membahagiakan kalian
Taka pernah tahu sampai kapan bersama kalian?
Akankah hingga nanti?
Esok? Atu kapan?
Mengingat tak satupun aku pernah membalas kalian
Ingin rasanya kalian selalu ada dalam hidupku..
Hingga saat aku Berjaya..
dan membuat hidup kalian bahagia..

0 komentar:

Posting Komentar