Haha,
dari judulnya saja saya sudah tergelitik intuk menulis entri ini. Yayaya,
memang benar adanya. Meskipun hanya tingkat MAN Bangkalan, tapi saya sangat
senang bisa menjadi beagian dari lomba itu yang pastinya dengan paksaan
teman-teman kelas J. Senag karna bisa menambah pengalaman,
tapi sempat grogi jarna sadar tak punya kemampuan untuk mengarang puisi.
Apa
boleh buat, tantangan harus dihadapi. ‘’panggilan untuk peserta lomba puisi segera
berkumpul di musholla’’ begitulah lebih kurang kalimat panggila untuk saya dan
teman saya Ainul yakin. Yaa, di lomba ini membutuhkan dua orang dalam setiap
perwakilan kelas. Tema lomaba puisi yang diangkat lumayan unik. Kita harus
mengarang puisi dengan berpatokan pada kandungan ayat alquran. Dan teman saya
yakin akan melantunkan ayat tersebut dengan tartil. Whoa! Makin grogi dengan
konsepnya -_- semangat lut!
Akhirnya
kamipun bergegas menuju tempat perlombaan. Terlihat semua peserta sedang
menyiapkan segala sesuatunya. Kulihat mereka membawa alquran dan seorang lagi
membawa selembar kertas yang sudah tergores tinta. Tanpa piker panjang akupun
bertanya pada salah seorang peserta. ‘’maaf, teksnya kok sudah jadi?’’. ‘’iya,
kan kita harus sudah mengarang terlebih dulu’’ jawabnya.
Apa?!
(kaget dalam hati). Segera saya membuka tutup penaku dan mengambil selembar
kertas. Syukurlah masih ada beberapa menit lagi hingga acaranya dimulai. Dengan
merasa bingung aku membuka lembaran ayat yang akn dijadikan inspirasi. Meskipun
dalam hati sempat kesal kenapa sampai ketinggalan info, kemana saja ketua
kelasnya? Sudalah lut! Fokus – fokus. Demi teman-teman yang mempercayai ini
padaku, akhirnya aku mulai mengarang. Dan sangat tak yakin dengan hasilnya,
padahal partner saya ainul yakin. Eeh! J
Satu
buah puisi akhirnya telah aku buat. Setelah dibaca lagi jadi senyum-senyum
sendiri saya. Saya segera memasuki ruangan dan bergabung dengan peserta yang
lain. Tiba saatnya nomor urut kami dipanggil. Yakin melantunkan ayat suci
Alquran lalu saya membacakan puisi. Tepuk tangan meriah mengakhiri penampilan
kami berdua. Yeye!!! Alhamdulillah selesai juga!
Perasaan lega telah menuntaskan tugaspun menghampiriku.
Penguman untuk juara akan diumumkan semiggu lagi. Saya
tak terlalu berharp menjadi pemenang. Melewatinya saja sudah sangat bersyukur. Pengumuman
tiba, jeng-jeng! Alhamdulillah kami belum menjadi pemenang J. Tak apa! Pengalaman berharga sudah kita dapat.
Yaa, intinya jangan sampai ketinggalan info saja. *loh, kok itu? Hehe Perasaan lega telah menuntaskan tugaspun menghampiriku.
Kalian penasaran dengan puisi amatirku? Ok akan saya ketik di bawah ini meskipun saya lelah, hoho. Tapi ingat jangan ditertawakan *ngancem! J
Tapi sayang sekali shobat, saya lupa sumber ayatnya. Maafkan saya!
oya, jangan lupa komentnya yaa.. kritik dan saran sangat kami harapkan!
‘’Kemenangan Besar’’
Benih
dengan tunas
Tumbuh
dengan kuat
Tegak
lurus
Dan
kokoh, sekokoh hati penanamnya
DiberikanNya
petunjuk dan janji
Kemudian
membuatnya menjadi nyata
Nyata,
dan menjadi saksi
Atas
kesabaran mereka
Kemenangan
sudah didepan mata
Ampunan
dan pahala
Sudah
termaktub dalam injilNya
Bagimu
Rasul dan para sahabatnya
Sungguh
karunia Allah dan keridhaanNya
Telah
membawa kaum muslimin
Kepada
kemenangan
Yakni
kemenangan besar














