Pengumuman kelulusan
sudah di depan mata. Hati cemas memikirkan akankah aku lulus? . Semua
teman-teman sudah merencanakan akan melanjutkan kemana setelah lulus dari
sekolah tercita ini yaitu MTs Nurul Amanah. Hal tersebut juga berlaku untukku. Selain
aku cemas akan kelulusanku akupun cemas akan melanjutkan kemana nantinya. Saat itu
aku sudah memiliki ancang-ancang untuk melanjutkan ke SMAN 1 Bangkalan entah
kenapa aku sangat ingin melanjutkan studiku disana.
Aku menbicarakan
keinginanku itu pada kedua orang tuaku. Alhasil beliau menyerahkan semuanya
padaku. Mereka hanya berharap yang terbaik untuk meskipan ibu tetap mengusulkan
agar bersekolah di tempat yang di lengkapi dengan pondok pesantren. Maklumlah,ibuku
sangat ingin melihat anak-anaknya untuk mondok. Selain membicarakan hal itu
pada kedua orang tuaku aku juga membicarakannya kepada kakakku. Namun kakak lebih
menytujui jika aku melanjutkan studiku di Ponpes Al-Amien dua prenduen,
sumenep. Dia ingin agar aku mengambil jurusan tahfidz disana yaitu menghafal
alqur’an.
Namun disamping usulannya
itu padaku dia juga memberikan sebuah pilahan padaku. Yaitu jika aku ingin
melanjutkan studiku di SMAN 1 Bangkalan aku harus kembali les. Namun aku
menolak semua usulan itu. Aku sangat bingung kala itu. Sampai-sampai aku bilang
akn melanjutkan di SMK Nurul Amanah saja bersama teman-temanku. Sekolah tersebut
lumayan dekat dengan tempat tinggalku. Namu hal tersebut sangat tidak disetujui
kakakku karna suatu alasan.
Akhirnya aku
pasrahkan saja pada Allah SWT. Aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik
untukku nanti. Kelulusanpun sudah diumumkan. Alhamdulillah, di sekolahku lulus
100%. Aku sangat bahagia mendengarnya meskipun aku juga sedih karena aku tahu
kalau aku tidak akan melanjutkan ke SMAN 1 Bangkalan. Aku selalu memohon pada
Allah di dalam doaku agar diberikan yang terbaik untuk kedepannya nanti, aku
pasrah ! :’)
Pada suatu hari. Pagi-pagi
sekali aku disuruh kakak untuk menyiapkan beberapa persyaratan untuk mendaftar
ke SLTA. Aku tidak berani bertanya kemana aku akan mendaftar. Aku tetap pasrah
saja. Sampai pada akhirnya aku sampai disebuah sekolah. Lalu aku membaca
tulisan di almamater yaitu ‘’MAN Model Bangkalan’’ oh…ternyata disini aku akan
disekolahkan. Pada saat itu aku mendaftar sendiri kedalam. Sementara kakak
hanya menunggu di gerbang dengan alasan supaya aku mandiri. Aku serhkan saja
pada Allah. Setelah mendaftar aku masih mengikuti berbagai tes. Kakak juga
pernah bilang jika aku tidak diterima tidak usah sekolah. Hatiku sangat sedih
mendengarnya meski aku tahu kalau itu Cuma gertakan.
Setelah beberapa hari akhirnya hari inilah pengumuman hasil
tes. Aku bergegas pergi tanpa diantar kaka agar mandiri. Kuberanikan diri untuk
berangkat sendiri tapi ternyata aku bertemu dengan teman SDku dia juga
mendaftar dan ingin melihat hasil tes. Akhirnya aku berangkat dengannya dan
kakaku yang lainberbaik hati untuk mengantarku. Alhamdulillah aku diterima. Semoga
berkah !
Be continue….









0 komentar:
Posting Komentar